BUAYA DARAT
Dinyanyikan oleh (alm) Ratu lihatlah
pada diriku
aku cantik dan menarik
dan kau mulai dekati aku
ku beri segalanya
cinta harta dan jiwaku
tapi kau malah menghilang
bagai hantu tak tau malu
lelaki buaya darat
busyet aku tertipu lagi
mulutnya manis sekali
tapi hati bagai serigala
ku tertipu lagi oh
ku tertipu lagi oh
ku beri segalanya
cinta harta dan jiwaku
tapi kau malah menghilang
bagai hantu sakitnya aku
mungkin aku bodoh
mungkin aku naif
atau mungkin memang kamu
penjahat wanita
tapi untung nya
aku masih punya kekasih yang lain
tapi mengapa aku
masih saja tertipu olehnya
Bagi saya, ini salah satu lagu yang, antara mencerminkan rusaknya moral, dan atau berpotensi membuat rusak moral. Dan lagu ini begitu menggambarkan betapa bisa samarnya dunia ini dari siapa jagoan, dan siapa penjahat.
Busyet!
Apa iya?
Lha, coba aja perhatikan lirik lagu ini.
Lihatlah
Pada diriku
Aku cantik dan menarik
Dan kau mulai dekati aku
Paragraph pertama lagu ini baru menunjukan sifat alamiah dari manusia yang suka mencari perhatian lawan jenisnya. Penggunaan kata 'dan' sangatlah tepat. Cantik dan menarik memang berbeda. Cantik bagi saya adalah sesuatu yang alami. Sedangkan menarik adalah hasil dari sebuah usaha. Seorang wanita boleh jadi menarik, meskipun tidaklah cantik. Contohnya, dengan wajah yang biasa saja (biasa bikin anak kecil nangis), seorang wanita tetap bisa menarik perhatian pria manapun jika dia berjalan-jalan di mall dengan kostum amuba. Apalagi tidak memakai kostu apapun. Pasti semua pada memberi perhatian. Meskipun akhirnya pada teriak, "Orang gila! Orang gila!".
Bahkan pada awal abad 21, agak tepatnya awal tahun dua ribuan, banyak berseliweran wanita-wanita yang menarik perhatian karena warna rambutnya (kuning, merah, dll) yang berbeda dengan warna rambut wanita Indonesia pada umumnya (hitam). Mereka-mereka ini selalu berhasil memikat mata, karena rambutnya yang eksentrik. Tak lama kemudian, para pria ikut-ikutan.
Begitu pun sebaliknya, tentu saja. Seseorang yang cantik belum tentu menarik. Karena boleh jadi, dia tidak menunjukan kecantikannya, baik dengan menutupi faktor utama, yaitu wajah, maupun faktor pendukung kecantikan, semisal rambut dan warna kulit, dengan jenis pakaian tertentu. Atau bisa jadi dia menutupi kecantikannya dengan menyamar sebagai nenek sihir, nenek grandong, atau nenek lincah.
Jadi, jika si penyanyi, sebut saja Maya, mengklaim dirinya cantik dan menarik, niscaya ada pria yang mendekati dirinya. Dan benar saja. Ada cowok mulai dekati Maya. Misi Maya membuat dirinya menarik perhatian seorang pria telah berhasil.
ku beri segalanya
cinta harta dan jiwaku
tapi kau malah menghilang
bagai hantu tak tau malu
Kasihan sekali Maya ini. Awalnya dirinya berhasil memikat seorang pria, sebut saja Joni. Tapi malah dirinya yang banyak keluar modal. Dan tragisnya, modalnya tidak kembali. Bukannya untung, malah buntung. Bukannya kaya, malah bangkrut. Karena Joni, yang tadinya terlihat begitu tertarik padanya, kabur entah ke mana.
Namun apakah benar bahwa hantu itu makhluk tak tahu malu? Dari mana Maya tahu? Oooooh.... Mungkin maksudnya bukan itu. Mungkin artinya adalah: Joni menghilang begitu saja, tanpa jejak (karena, konon katanya, hantu jalannya tidak menapak pada tanah, ubin, keramik, marmer, atau apapun jenis lantai tempat bertapaknya kaki), dan Maya menganggap bahwa prilaku seperti itu adalah prilaku tak tahu malu.
lelaki buaya darat
busyet aku tertipu lagi
mulutnya manis sekali
tapi hati bagai serigala
Saking sebelnya Maya pada Joni, gelar hewan buas pun disematkan pada diri Joni:
Buaya.
Dan spesifikasinya adalah Darat. Bukan laut maupun udara.
Untung Maya masih cerdas, karena tidak menganggap ada buaya laut dan buaya udara. (kalau ada, seperti apa kira-kira buaya laut dan buaya udara itu, yah?)
Mungkin seperti ini:
busyet aku tertipu lagi
Ternyata, eh, ternyata, ini buka pertama kali Maya tertipu. Saya mulai curiga bahwa Maya kecanduann tertipu. Mungkin dia harus ikut rehabilitasi alternatif di pesantren tertentu.
mulutnya manis sekali
tapi hati bagai serigala
Ini masih mending. Coba kalau hatinya yang manis, mulutnya bagai serigala. Iiih, kan serem. AUUUUMMMM....! (lha, itu mah macan) Lagi pula, bisa-bisa disangka Joseph, loh, sama Bella.
ku tertipu lagi oh
ku tertipu lagi oh
Iya, iya sudah tahu, kamu memang memprihatinkan, May. (geleng-geleng)
ku beri segalanya
cinta harta dan jiwaku
tapi kau malah menghilang
bagai hantu sakitnya aku
Baris terakhir penggalan lirik ini berbeda dari penggalan lirik sebelumnya. tapi kau malah menghilang bagai hantu sakitnya aku. Mungkin ketika Joni menghilang, dibarengi oleh adegan Joni yang menggigit Maya dengan mulut serigala berbulu dombanya. Sakitlah Maya karena ulah Joni itu.
Mungkin aku bodoh
Sebenarnya kata 'mungkin' sudah tidak relevan, setelah sebelumnya Maya mengakui bahwa ini bukan kali pertama dia tertipu. Kata 'mungkin' lebih pas jika diganti kata 'memang'. Haikhaikhaik..(ketawa ala Mr. Crab)
Mungkin aku naif
Dan sangat disayangkan sekali karena Maya sampai membawa-bawa grup band yang terkenal dengan gaya jadulnya. Padahal jelas-jelas yang namanya Maya, paling banter, grup band Ratu, nggak mungkin Naif. Nggak tahu juga kalau jadi furniture. Eh, apaan sih, tuh, isilahnya? (lha? penulis, sih, nanya)
Atau mungkin memang kamu
Penjahat wanita
Wajar lah kalau Maya menganggap Joni penjahat. Cinta, harta, dan jiwanya sudah dibawa kabur. Tiga hal itu telah direnggut, dibuntel pake sarung kotak-kotak. (maling klasik, kali, ah)
Tapi untung nya
Aku masih punya kekasih yang lain
Nah.
Mulai tampak, kan, kesamaran antara siapa jagon siapa penjahat? Setelah sebelumnya Maya memposisikan diri sebagai korban, kini dia mengakui bahwa dia tak ubahnya seorang tersangka. Kalau tadi Maya menyebut Joni sebagai Penjahat Wanita, di sini Maya mengakui bahwa dirinya Wanita Penjahat. Hehe. Iya, toh?
Coba saja diperhatikan. Kata "lain" sebelum kata "kekasih yang". Itu berarti memang Maya memiliki dua hubungan sekaligus. Maya tidak bisa mengelak dengan berkata, "Maksudnya, saya sekarang sudah punya pengganti Joni."
Plis, May. Jangan menghina kami-kami sebagai orang-orangan sawah. Maksudnya, orang-orang yang payah, hingga bisa dibohongi begitu mudah. Kalau memang maksudnya sudah punya pengganti, kata "lain" seharusnya tidak ada. Kata "lagi" lah yang seharusnya ada, jika memang maksudnya demikian.
Tapi mengapa aku
Masih saja tertipu olehnya
Kata “Tapi” memiliki makna yang dalam. Seperti mempertanyakan sebah konsekuensi yang tidak logis. Maksudnya, jika Maya memilki lelaki lain selain Joni, yang berarti Maya seorang penipu, kenapa dirinya bisa ketipu oleh Joni? Ini berarti pikiran Maya kurang terbuka. Karena seorang penipu bukan berarti tidak bisa ditipu, sebagaimana seorang dokter bukan berarti tidak bisa sakit.
Kesimpulan:
Joni buaya darat.... berkelamin laki-laki.
Maya ternyata spesies yang sama dengan jenis kelamin yang berbeda.
Paragraph pertama saya di atas, tidak berlebihan, kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar