Rabu, 09 Februari 2011

TAFSIR LAGU: NYAMUK NAKAL

Dinyanyikan oleh Enno Lerian


Ini adalah tafsir lagu dari lagu favorit saya zaman dulu.
Berikut lirik lengkapnya.


Banyak nyamuk dirumahku
Gara-gara aku
Malas bersih-bersih
Banyak semut dirumahku
Gara-gara aku
Malas bersih-bersih
Dikamarku
Banyak nyamuk
Dikamarku
Banyak semut
Aduh mama aku jadi susah tidur
Banyak tikus di rumahku
Gara-gara kamu
Malas bersih-bersih
Banyak lalat di rumah ku
Gara-gara kamu
Malas bersih-bersih

Nyamuk-nyamuk naka
Semut-semut nakal
Sukanya mwnggoda aku.
Tikus-tikus nakal
Lalat-lalat nakal
Sukanya membikin kotor

Banyak Nyamuk di rumah ku. Kayaknya anak ini tinggal di perkotaan yang gotnya tidak membuat air mengalir. Ingat! Nyamuk suka bertelur dan tinggal di genangan air. Atau boleh jadi orang ini tinggal di pedesaan. Tapatnya, rumahnya dikelilingi kebun, sehingga banyak jamuk belang yang segede-gede..... segede apa yah?... Ya segede nyamuk kebon lah.
            Gara-gara aku malas bersih-bersih. Sebenarnya, kebersihan rumah tidak menjamin akan bebasnya rumah tersebut dari nyamuk. Tapi kejujuran anak ini perlu diperhitungkan. Setidaknya ada nasihat untuk dia, “Jangan malas!”
            Banyak semut di rumahku. Informasi tambahan. Berarti rumahnya sekaligus juga pabrik gula. Atau tidak sampai pabrik, melainkan gudangnya saja. Mungkin ayahnya seorang distributor gula. Karena ada gula, ada semut.
            Gara-gara aku malas bersih-bersih. Aib tapi diulang-ulang. Nasihat untuk orang malas Cuma satu, “Jangan malas!”
            Di kamarku banyak nyamuk. Iya tau, masa bagian rumah yang nggak ada nyamuknya kamar kamu doang. Kan nggak adil. Kalau rumah kamu banyak nyamuk, tapi di kamarmu nggak banyak nyamuk, berarti nyamuk-nyamuk itu telah bertindak deskriminasi.
            Dikamarku banyak semut. Semut juga berlaku objektif dan melaksanakan kaidah pemerataan. Mungkin sebagai sesama serangga, nyamuk dan semut punya kode etik berupa: ‘Jangan pilih-pilih ruangan’. Dan kalau merunut pada logika ‘ada gula, ada semut’, berarti di kamar anak tadi memang ada gulanya. Mungkin sisa es krim yang dimakan anak itu. Atau mungkin sisa coklat. Atau mungkin si anak memang hobi nyemil butiran gula pasir. (pasir yang dicampur gula(Yeak!))
            Aduh mama aku jadi susah tidur. Ini gara-gara nyamuk apa memang nggak punya kasur? Atau bisa saja akibat tidur siangnya kelamaan, jadi malamnya begadang.
            Banyak tikus di rumahku.
            Banyak tikus di rumahku. Wah, ternyata selain serangga, juga terdapat banyak hama mamalia. Sepertinya banyak sampah makanan yang menggunung di rumah si anak. Banyak tikus itu parah loh. Kalau cuma ada sih mending, ini banyak! Jangan-jangan, selain bandar gula, ayahnya juga seorang peternak tikus. Buat apaan, yah?
Gara-gara kamu malas bersih-bersih. Loh, kok, jadi nyalahin saya?! Situ yang punya rumah, kok, saya yang disalahin?! (Padahal kok kan buat main badminton)
            Banyak lalat di rumahku. Busyet... Saya mulai curiga kalau kelurga anak ini joroknya bukan main. Tapi, ngomong-ngomong, populasi dari hama yang banyak bisa jadi indikasi ketidak-seimbangan ekosistem loh. (wedeh, ilmiah lagi!)
Gara-gara kamu malas bersih bersih. Wah, bener-bener nih anak, masih nyalahin juga! Masa saya disuruh bersih-bersih rumah orang?! Yang benar saja!
            Nyamuk-nyamuk nakal. Sebenarnya nyamuk bukan nakal, tapi adalah nalurinya untuk menghisap darah manusia. (lagi-lagi ilmiah) Atau jangan-jangan, gerombolan nyamuk tersebut memang pernah mengajak si anak untuk membolos sekolah?
Bisa jadi.

Lalat                 :“Wey, coy, bolos aja lah.”
Si Anak            :“Wah ntar aku diomelin mama.”
Lalat                 :“Ya jangan bilang-bilang. Masa bolos bilang-bilang. Nggak sekalian lapor guru? Bilang ‘Bu, saya mau bolos.’”
Si Anak            :“Memangnya bolos ke mana nih?”
Lalat                 :“Udeh tenang aja, entar kami ajak kamu ke got seberang. Enak tampatnya.”

            Semut-semut nakal. Kalau semut nakal mungkin suka gigit-gigit sedikit. Sedikit tapi berasa. Apalagi semut item. Kalu nggak percaya, coba saja.
            Sukanya menggoda aku. Yah, menggoda dengan cara buang air di muka. Kalau bagi saya sih itu bukan menggoda namanya, tapi meledek bahkan menghina. Tapi yah, dasar anak-anak.
            Tikus-tikus nakal. Nah, setelah gerombolan serangga menggoda, datang pula jenis mamalia pengerat mengajak si anak untuk nakal. Kira-kira apa yah ajakan nakal dari tikus-tikus tersebut?
            Mungkin membuat onar kali yah.

Tikus-tikus       :”Wey, ikut kita-kita yuk!”
Si Anak            :”Ngapain?”
Tikus-tikus       :”Ngeroyok kucing.”

Lalat-lalat nakal. Dengan bagian lirik ini kita jadi tahu bahwa si anak memiliki wajah yang banyak tahi lalatnya. Buktinya si anak memberi gelar nakal pada lalat-lalat. Hal ini karena si lalat sering kali buang air besar di muka si anak.
            Atas kejadian itu, si anak meminta ayahnya untuk dibuatkan wc khusus lalat, agar lalat-lalat tidak, maaf, berak di mukanya lagi. Untung saja tahi lalat tidak bau. Coba kalau bau, orang-orang yang punya banyak tahi lalat mungkin akan sering diberi komentar. “Set, muka lo bau tahi lalat.”
            Sukanya membikin kotor. Iya, bikin kotor rumah dan wajah. Hehe.
           

Selasa, 08 Februari 2011

TAFSIR LAGU: AYO MAJU!!!!!!


AYO MAJU!!!!!!
 Performed by Tribuns.



Ini adalah lirik dari sebuah lagu dari sebuah band bernama Tribuns. Saya tidak tahu pasti aliran musiknya. Tapi dari musiknya, kayaknya Metal Progresif Kualitatif. Pokoknya keren lah. Metallica juga minder sepanggung sama ini band.

Di bawah ini lirik lengkapnya. Berhubung lirik lagu metal, jadi jenis hurufnya saya serem-seremin. 

AYO MAJU!!!!!!

Tinggalkan pemikiran segala strategi penghancuran
Gunakan akal sehat mari ciptakan persatuan
Tak perlu lagi ada kebencian...
Ayo maju dalam keragaman..
Eratkan tali persaudaraan...
Ayo satu dalam perbedaan..

Pikirkanlah bersama cita-cita masa depan
Jadikan keragaman suatu keunggulan
Tak perlu lagi ada kebencian..
Eratkan tali persaudaraan..

Kita harus berubah..
Lupakan perbedaan..
Satukan tekat..
Ayo kita maju..

Tinggalkanlah egomu..
Saatnya kita satu..
Satukan tekat..
Ayo kita maju...



Tinggalkan pemikiran segala strategi penghancuran. Mungkin maksudnya orang ini, sebut saja Adit, mengajak kita untuk meninggalkan niat jahat. Tapi bagian ini tidak akan disenangi oleh para pelatih sepak bola. Karena bagi mereka, menghancurkan strategi pertahanan lawan adalah sebuah tujuan pasti. Apalagi Jose Mourinho, nggak bakal setuju. (Jose Mourinho....... Jose Mourinho.... Jose Mourinho..... Jose Mourinho (suporter Chelsea di PS))
Gunakan akal sehat. Sepertinya Adit ini di endors oleh salah satu produk minyak tertentu.
mari ciptakan persatuan. Informasi yang tertulis menunjukan bahwa si Adit seorang nasionalis yang berusaha mengajak pendengarnya untuk mengamalkan sila ketiga dari Pancasila.
Tak perlu lagi ada kebencian. Berarti sebelumnya ada kebencian yang ia rasakan. Mungkin si Adit sempat selek sama tetangganya. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk menyudahi perang dingin diatara mereka dengan mengirimkan makanan ke tetangganya tersebut.
Ayo maju dalam keragaman. Sepertinya Adit ini kariernya adalah guru TK. Dan bagian ini menunjukan bahwa dia lagi menggiring anak-anak didiknya dalam konvoi di acara peringatan 17-an yang anak-anaknya pakai kostum-kostum daerah yang beragam.
Eratkan tali persaudaraan. Sebelumny longgar. Jangan lupa tali kolor juga harus dieratkan.
Ayo satu dalam perbedaan. Ajakan yang mulia. Kalau satu dalam perbedaan, berarti kalau dua dalam perbedaan’s. (maksa!)


Pikirkanlah bersama cita-cita masa depan. Maksudnya mungkin cita-cita masa kini, yang akan terwujud di masa depan. Sehingga kalau di masa depan, namnya bukan lagi cita-cita, tapi karier, atau bisnis, atau jabatan.
Jadikan keragaman suatu keunggulan. Yap! Menggunakan fitrah sebagai potensi keberhasilan memang bagus. Asal jangan keregamannya adalah keragaman dalam pilihan benda memabukan. Ada yang mabok bir, ada yang kokain, ada yang ganja, ada yang mabok lem, ada juga yang mabok pipa paralon, batu-bata, dan genteng. (www.tukangbangunan.com)
Tak perlu lagi ada kebencian. Setuju sama Adit... dan tetangganya (karena mau diajak damai)
Eratkan tali persaudaraan. Jangan lupa tali kolor.

Kita harus berubah. Emang ada monster, yah? Kita jadi tahu siapa Adit ini sebenarnya.
Lupakan perbedaan. Betul. Walaupun beda bentuk, yang penting sama-sama Kamen Raider.
Satukan tekat. Yaitu membunuh monster-monster.      
Ayo kita maju. Awas, kalau monsternya Cuma satu entar dia bilang, ”Kalo berani jangan keroyokan.”

Tinggalkanlah egomu. Sebenarnya hal ini tidak mungkin. Karena ego adalah salah satu aparatur mental yang didefinisikan dalam model struktural oleh Sigmund Freud (www.psikombuingeu.com). Tapi tentu yang dimaksud Adit adalah egoisme populer yang berarti mau menang sediri. Mau menang memang bagus. Tapi kalau sendiri, padahal bisa sama-sama, inilah egois itu.
Saatnya kita satu. Sebelumnya lebih dari satu atau mungkin kurang dari satu (0, -1, -2, dst).
Satukan tekat. Oh, ini maksudnya. Satukan tekat. Berarti tadinya tekatnya beda-beda. Mungkin ada yang bertekad membunuh moster, tapi ada juga yang malah mengajak monster itu untuk bertobat. Bertobat, bukan berobat. Atau malah ada yang mengajak monster itu berkencan. Yey!
Ayo kita maju. ”BOEDOET!!!!” ”SATU DKI!!!!”........ ”VIOALAAA!!!” ”VIKIIING!!!”

Kesimpulan: Mari bersatu melawan kekuatan kejahatan. Mari bantu-membanu dalam kebaikan. Mari, jangan mabok lem.

TAFSIR LAGU: SELALU SALAH

Dinyanyikan oleh Geisha

            Judul lagu ini sangat memprihatinkan. Judulnya begitu menggambarkan citra negatif seseorang:
 Selalu Salah.
Selalu Salah sangatlah parah. Mending kalau Kadang Salah, atau Jarang Salah. (Asal jangan Kadang Mandi atau Jarang Mandi). Namun, Selalu Salah, ini sangatlah parah!
Andai ini tetang seorang siswa, tentulah dia seperti Nobita, yang dari saya SD sampai lulus kuliah, itu tokoh  kelas limaaaaaaaaa.... melulu. Heran. Nggak heran juga, sih, Habis nilai ulangannya enol (0) melulu.
Tapi benarkah Selalu Salah merupakan gelar yang pantas didapatkan orang yang menjadi subjek lagu tersebut. Apa kira-kira kisah di balik lirik lagu itu? Mari kita cekidot lirik lengkapnya.
Dulu memang kita saling bersamaKu mengira tulus dalam kata
Tapi kini kamu memang berbedaKu terluka untuk selamanya
Caramu yang membuat diriku jauhKecewa di dalam hatiku
Ku tak mengerti cintaIndahnya hanya di awal ku rasaMengapa kau benarDan aku selalu salah
Kini memang kita saling berpisahKu merasa sesal dalam kataTapi kini kamu memang bersalahKau berubah untuk selamanyaSifatmu yang membuat diriku jenuhMendua di balik mataku
Ku tak mengerti diaCinta ini bukan hanya kau yang rasaTernyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku
Ku tak mengerti cinta…
Mari sama-sama kita lihat apa yang terjadi sebenarnya dengan penyanyi lagu ini.
Dulu memang kita saling bersama
            Ini berarti yang nyanyi, sebut saja Momo, sudah tidak lagi bersama dengan seseorang. (bekicot mabok juga tau!).
Jika memang mereka bersama, hubungan apa sebenarnya yang terjalin? Kita belum tau. Tapi kebersamaan dua orang bisa saja antara supir dan kernet Metromini.
Ku mengira tulus dalam kata
Momo mengira orang itu, sebut saja Martin, tulus kepadanya. Entah tulus dalam apa? Yang pasti orang itu pernah bilang demikian, karena ada kata ‘tulus dalam kata’.
Tapi kini kamu memang berbeda
            Nah, terjadi perubahan di diri Martin. Mungkin Martin berganti profesi menjadi supir truk. Atau menjadi supir kapal selam. Atau berubah menjadi supir UFO. Sampai pada penggalan lirik ini, Momo merasa ditinggalkan. Si Martin memutuskan bersolo karir. Mungkin akibat pembagian honor yang tidak adil.
Ku terluka untuk selamanya
            Nah, kan!
Benar saja. Momo merasa ditinggalkan. Dan hal itu membuatanya terluka. Mungkin si Martin pergi sambil nyambit Momo pakai setir yang terbuat dari baja. Atau nyambitnya pakai metromininya sekalian. Hal ini wajar saya duga, karena luka yang dialami Momo bersifat selamanya. Luka yang tak bisa sembuh pastilah luka yang parah, dan disebabkan oleh hal yang luar biasa.
Caramu yang membuat diriku jauh
            Jauh... Jauh itu pastilah tentang jarak. Dan ini pasti berkaitan dengan kejadian ditinggalkannya Momo oleh Martin. Mungkin Momo ditinggalkan oleh Martin di tengah jalan tol Cipularang km 80.
“Mo, coba liat ban belakang kiri. Kayaknya kempes deh.”
“Masa sih, Bang?”
“Iya. Kayaknya rada ngegodek nih jalannya. Coba deh elo cek!”
"Jangan cek, dong, Bang, giro aje."
"Ih, apa sih, lo, Mo?! Matre amat."
“Oke deh, Bang. Berentiin dulu donk, Bang, Metromininye.”
CKIIIIT.... Metromini ngerem.
SRET... Momo turun.
...........
BRRMMMMMMMMMMM..... Metromini ngacir.
“DADAH, MOMOOOO!”, teriak Martin, yang menjadi ucapan terakhir dari Martin yang didengar oleh Momo.
            Hai itulah yaang merupakan caramu yang membuat diriku jauh....dari rumah.
Kecewa di dalam hatiku
            Siapa juga yang nggak kecewa ditinggal di tengah jalan tol?
 Tapi masih mending kecewa di dalam hatiku. Coba kalau kecewa di dalam oven? Udah kecewa, gosong pula. Atau di dalam lemari es? Brrrrr.... udah kecewa, kedinginan lagi. Atau kecewa di dalam kubur. Hiiii... udah, mah, kecewa, pengap pula..... Udah, ah.
Ku tak mengerti cintaIndahnya hanya di awal ku rasa
            Ternyata ada ikatan cinta antara Momo dan Martin. Tapi Momo masih lugu. Dirinya belum tahu definisi cinta. Dan Momo tidak bisa membedakan antara cinta dengan kisah cinta. Buktinya Momo merasa bahwa indahnya cinta hanya diawal saja. Padahal mungkin maksudnya kisah cinta. Karena, kalau cinta adalah sebuah rasa yang enak, kapanpun itu terasa. Tapi sebuah kisah cinta boleh jadi berawal manis dan berakhir tragis. Berawal suka, berakhir duka. Berawal bahagia berakhir derita. Berawalan M berakhiran K. Martabak! (ini apaan, sih?!)
Mengapa kau benarDan aku selalu salah
            Ini adalah kalimat tanya. Meskipun aneh untuk ditanyakan, menurut saya. Karena bagi saya pertanyaan ini tidak perlu dijawab. Apa jawaban yang diharapkan dari pertanyaan macam ini? Jawabannya tentulah pertanyan itu sendiri.
“Mengapa kau benar dan aku selalu salah?”
“Karena aku benar, dan kau selalu salah.”
            Hehehe. Iya, kan?
            Kecuali pertanyaanya adalah,
“Mengapa kau merasa benar, dan aku selalu disalahkan?”
            Ini baru bisa menghasilkan jawaban yang tidak mengulang pertanyaan.
Jawaban yang mungkin dijawab dari pertanyaan ini adalah,
“Karena salah-dan-benar yang aku gunakan adalah salah-dan-benar menurut konsep aku sendiri.”
            Begitu, loh, Mo. Kamu, kok, polos sekali, sih. B-)
Kini memang kita saling berpisah
            Jelas, sejak kejadian “Trick Ban kempes” itu.... Mensana impor koresano. Elo pergi ke sana, gue ditinggalin di sono.
Ku merasa sesal dalam kata
            Seharusnya Momo tidak perlu menyesal karena ditinggal oleh supir semacam itu. Itu pun kalau memang ada hubungan supir-kernet di antara mereka. ‘Kata’ dalam penggalan lirik di atas mungkin berarti Momo sudah mengatakan penyesalannya kepada Martin, atas hubungan mereka selama ini. Dan ini berarti Momo sudah berhasil bertemu kembali dengan Martin. (entah apa yang Momo lakukan pertama kali saat bertemu lagi dengan Martin. Mungkin balas nyambit pakai kopaja. :o)
Tapi kini kamu memang bersalah
Setelah sempat merasa dirinya selalu salah, kali ini Momo menyalahkan atas apa yang telah Martin lakukan terhadap dirinya. Momo menjadi tegas sekarang. (gitu, donk, Mo!)
Kau berubah untuk selamanya
Berbeda dengan Usagi Tsukino, Kotaro Minami, dan Peter Parker, yang masing-masing berubah menjadi Sailormoon, Baja Hitam, dan Spiderman,  perubahan yang terjadi pada diri mantan kekasihnya Momo, si Martin, ini bersifat selamanya.  Mungkin ini lebih tepat disebut kutukan ketimbang perubahan. Kalau saya bayangkan, mungkin dia berubah jadi Zombie, monster, atau pohon belimbing cangkok.
Sifatmu yang membuat diriku jenuh
Entah sifat yang mana yang membuat Momo jenuh pada martin? Apakah itu sifat yang membuat Martin tega meninggalkan Momo di tengah jalan tol, atau ada sifat yang nampak pada prilaku lainnya? Kalau memang Momo jenuh pada sifat Martin yang satu ini (meninggalkan di tengah jalan tol Km 80, yang nota bene jauh dari rest area), maka berarti Momo sudah mengalami berkali-kali ditinggal di tengah jalan tol seperti itu.
Tega  sekali kau, Martin!
Mendua di balik mataku
Ini sangat membingungkan. Yang jenuh si Momo, yang selingkuh si Martin. Harusnya Momo yang selingkuh. Berpaling pada supir metromini lain, yang tidak sampai hati meninggalkan dirinya di tengah jalan tol. Setidaknya cari supir yang hanya tega meniggalkannya di pinggir jalan tol, bukan di tengah jalan tol. Atau kalau pun di tengah jalan tol, setidaknya di Km yang dekat dengan rest area gitu, loh. Biar bisa numpang pipis. (halah!)
Dan salah Martin juga, kenapa menduanya di balik mata. Coba kalau di depan mata, mungkin Momo bisa terima. Atau coba di balik hidung atau anggota tubuh lainnya (ini apa lagi, sih?)
Ku tak mengerti dia.....
            Hai, hai, siapa dia? Bolehkah aku melihat sari wajah mu? Hai, hai, siapa dia? (kalo nggak ngerti berarti belom bisa nonton TV pas tahun 90-an)
Siapa dia yang dimaksud oleh Momo? Yang paling mungkin adalah Martin. Momo tidak mengerti, kenapa Martin setega itu pada dirinya. Atau mungkin Martin juga tidak mengerti pada Momo, kenapa Momo sering berkata-kata ngaco, sebagaimana tercermin dalam perkataan berikutnya:
Cinta ini bukan hanya kau yang rasa
‘Cinta ini’ yang dimaksud Momo mungkin adalah kisah cinta mereka. Maksudnya, kisah cinta ini tidak bisa diatur sebagaimana maunya Martin saja. Tapi juga harus melibatkan Momo. Misalkan dalam hal menentukan menu makanan, Martin tidak boleh memaksa Momo untuk menikmati menu lalat goreng favoritnya.
Ternyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku
Kalau pujaan itu berarti seseorang yang disembah, maka Momo telah kembali ke jalan yang benar, dari sebelumnya menganut agama penyembah supir metromini.
 Tapi pendapat saya itu terlalu extrim sepertinya, maka mari sama-sama kita artikan saja sebagai: Sekarang Momo sadar bahwa Martin bukanlah yang terbaik untuk dirinya
Ku tak mengerti cinta…
            Masih nggak ngerti juga?
            Hadoh. Momo, Momo....

Kesimpulan:
            Jangan salah mengartikan tulus. Karena tulus itu berarti tanpa pamrih. Jadi kalau Anda merasa tulus mencintai seseorang, lalu orang itu meninggalkan Anda, dan Anda ngamuk-ngamuk, itu berarti Anda tidak tulus mencintai dia. Mungkin maksud Anda cinta Anda kepada dia sangatah besar, bukannya tulus.
            Nah, jangan juga terlalu besar mencintai seseorang. Karena boleh jadi dia akan meninggalkan Anda. Entah dalam arti berpaling ke orang lain, atau meninggal dunia alias mati. Maka, marilah mencintai dengan besar dan sangat, sesuatu yang tidak akan binasa.
            Jika memang manusia "Selalu Salah" eksis di dunia ini. Berhati-hatilah! Jangan berikan dia tangung jawab atau pekerjaan.... apapun. Bukannya tegaan atau dekriminasi, melainkan demi keamanaan peradaban dan stabilitas ekonomi.
            Karena kalau jadi tukang daging, salah potong (malah motong sayuran pedagang sebelah). Kalau jadi tukang pijit, salah pencet (yang keseleo jadi patah tulang). Kalau jadi penjada gerbang tol, salah ngasih kembalian (Tarif tol: Rp. 5000. Uang pelanggan Rp. 10000. Kembalian Rp. 50000000. Jasa Marga gulung aspal!). Kalau jadi polisi, salah sangka (menganggap dirinya tersangka, akhirnya menangkap diri sendiri). Kalau jadi customer service, salah sambung (mempromosikan produk pabrik lain).

Senin, 07 Februari 2011

TAFSIR LAGU: KEONG RACUN

Dinyanyikan oleh Lissa

Dasar kau keong racun Baru kenal eh ngajak tidur Ngomong nggak sopan santun Kau anggap aku ayam kampung Kau rayu diriku Kau goda diriku Kau colek diriku Eh ku takut sekali tanpa basa basi kau ngajak happy happy Eh kau tak tahu malu Tanpa basa basi kau ngajak happy happy 

Mulut kumat kemot Matanya melotot Lihat body semok Pikiranmu jorok Mentang-mentang kau kaya Aku dianggap jablay Dasar koboy kucai Ngajak check-in dan santai Sorry sorry sorry jack Jangan remehkan aku Sorry sorry sorry bang Ku bukan cewek murahan

Lagu yang satu ini sangatlah terkenal. Kalau tidak terkenal, tentu saya tidak akan membahasnya.
Hehe.
 Nah, apa yang saya anggap perlu ditanggapi dalam lagu yang dinyanyikan oleh.... (sebentar, saya googling dulu).......
Lissa.
Ya, Lissa, tanpa nama belakang. Dan dipura-pura-nyanyikan oleh Rama dan Sinta, eh, Jojo dan Sinta.
Dari judulnya, Keong Racun, sekilas lagu ini berkisah tentang seorang petualang yang terkena gigitan seekor keong. Tak lama kemudian sang petualang pun merasakan keanehan dalam tubuhnya, dan kemudian menjadi Manusia Keong, yang dalam Bahasa Inggris adalah Snail-Man (google terjemahan). Lumayan oke sebagai nama super hero.
Tapi ternyata, lagu ini bukan bercerita tentang proses yang tadi saya sebutkan, sebagaimana terjadi pada Peter Parker sebelum menjadi Spiderman. Lagu ini bercerita tentang ungkapan kekesalan sorang wanita dari godaan seorang pria..... Sepertinya begitu.
Mari kita ulas jeritan hati si penyanyi....
Dasar kau keong racun, baru kenal eh ngajak tidur.
Keong racun yang dimaksud oleh Sang Wanita tentu saja Si Pria. Dan penggalan lirik di atas menunjukan  betapa kesal dan tersinggungnya Sang Wania karena Si Pria langsung: Ngantuk!
Bukankah ini aneh? Mari kita sama-sama visualisasikan dialog di bawah ini:
“Hai cewek! Kenalan boleh, dong!”
“Boleh.”
“Gue Rudi.”
“Rina.”
“Tidur, yuk!”
            Busyet!
Bagaimana Rina tidak terpukul dengan apa yang dikatakan oeh Rudi! Baru saja kenalan, Rudi sudah:
Mengantuk.
Padahal seharusnya Rudi menyempatkan diri untuk kerja bakti dulu, mentraktir Rina, sekadar air mineral dan gado-gado dulu, barulah boleh curhat kalau dirinya mengantuk, dan lalu mengajak tidur. Itupun di kamar masing-masing.
            Dari penggalan lirik di atas, kita bisa mengambil hikmah. Bagi Anda para pria:
Jangan berkenalan di saat Anda habis begadang nonton bola, selepas ronda, atau baru pulang kerja sift-3.
            Bagi para wanita:
Bila ada yang mau kenalan, sebaiknya tanya dulu dengan lengkap, apakah orang yang akan berkenalan dengan Anda dalam keadaan segar bugar atau habis begadang tujuh hari-tujuh malam.
Ngomong nggak sopan santunKau anggap aku ayam kampung
            Kesopanan memang sangat dibutuhkan dalam berinteraksi. Namun ternyata, mata yang awas tak kalah penting dalam proses berkenalan. Entah karena sangat mengantuk, sampai-sampai langsung mengajak Rina untuk tidur, atau memang penglihatannya yang sudah sangat rabun, Rudi menyangka sosok yang ada dihadapnnya adalah:
Seekor ayam!
Maka wajar jika Rina sampai berkata, “Ngomong nggak sopan santun.”
            Kemungkinan lain... Rina tentulah sangat tersinggung karena Rudi menyangka dirinya seekor ayam kampung. Padahal dirinya sudah berdandan sedemikian rupa agar terlihat mirip dengan seekor ayam broiler.
Kau rayu dirikuKau goda dirikuKau colek diriku
            Entah rayuan, godaan, dan colekan Rudi ini masih dalam rangka menyangka Rina sebagai seekor ayam atau bukan, yang jelas tidak ada seekor ayam pun yang rela dirayu, digoda, dan dicolek oleh manusia yang masih asing baginya.
Apalagi manusia!
Tentulah lebih tak ingin diperlakukan seperti itu. Lagi pula, siapa juga manusia yang ingin disamakan dengan seonggok sambel terasi (sehingga bisa dicolek-colek... Ih, sori la, yaw!).
Eh ku takut sekalitanpa basa basi kau ngajak happy happyEh kau tak tahu maluTanpa basa basi kau ngajak happy happy
            Sebenarnya saya hendak mempertanyakan kekesalan Rina dalam penggalan lirik ini. Terlepas dari ketidak-sukaan Rina terhadap Rudi, ajakan Rudi untuk happy-happy seharusnya menjadi hal yang tak perlu dipersoalkan.
Kenapa?
Karena happy-happy berarti senang-senang.
Kalau ada orang yang baru Anda kenal lalu mengajak senang-senang, bukankah hal itu menguntungkan?
            Kecuali kalau orang yang baru Anda kenal ini serta-merta mengajak Anda untuk bersusah-payah atau rupat-repot. Ini baru kurang ajar! Siapa elo?! Saya sendiri akan merasa keberatan jika ada orang yang baru kenal sudah mengajak saya untuk repot.
“Hai, cowok! Kenalan, dong.”
“Boleh.” (dengan ogah-ogahan)
“Gue Rina.”
“Gue Agung.” (masih dengan ogah-ogahan)
“Eh, Gung, bantuin gue ngangkatin barang, yuk! Gue dan keluarga gue mau pindahan, nih.”
“Hah?!........... Lo angkat aja sendiri, bareng keluarga lo yang metal-metal itu! Kalo perlu, minta bantuan sono sama gerombolan atlit angkat besi!” (sambil berpaling membelakangi dan melangkah dengan gagah)
            Dalam kasus Rina, seharusnya dia bersyukur karena ada orang yang baru kenal mau ngajak happy-happy. Coba kalau baru kenal sudah mengajak Happy Salma. Lengkap dengan Happy Call-nya, bisa repotkan? Bisa-bisa disuruh masak seharian, loh. Terus disuruh nyobain masakah yang masih panas, sampai bikin mulut monyong-monyong.
Mulut kumat kemotMatanya melotot
            Entah, apa ada hubungan lagu ini dengan sahabatnya Kabayan (Joni Kemot)? Yang pasti, jika kumat kemot berarti komat-kamit, penggalan lirik ini bisa dijadikan indikasi latar-belakang pekerjaan Rudi: tukang obat, presenter, atau, tentu saja: Dukun.
Adapun melotot, adalah sebuah cara melihat yang menakutkan, atau setidaknya tidak menyenangkan bagi yang melihat tototan matanya itu (apa iya kata dasar melotot adalah totot?). Melotot biasanya identik dengan rasa marah dan kesal. Bagaimana mungkin Rina tidak kesal jika orang yang baru saja dikenalnya sudah memberikan tatapan melotot?
Lihat body semokPikiranmu jorok
            Semok bisa diartikan sebagai montok, bahenol, atau secara umum bentuk yang bagus. Tapi anehnya kenapa Rudi malah memikirkan hal jorok, semisal upil yang berada di ujung jari lalu ditelan oleh pemiliknya? Atau membayangkan anak kecil yang berenang di comberan yang hitam pekat dengan gelembung-gelembung kental dan bau pula. Wajar jika Rina memprotes apa yang dipikirkan oleh Rudi, selepas melihat kesemokannya.
Atau jangan-jangan, Rina hanya ke-PD-an saja, merasa body-nya semok. Padahal dari kaca-mata orang selain dirinya, body Rina sangatlah tidak-bagus. Penuh baret, goresan, dan penyok, (ini body mobil, yah?), atau kotor penuh, maf, eek kambing atau eek king-kong. Maka wajar jika Rudi berpikiran (Rina) jorok.
Mentang-mentang kau kayaAku dianggap jablay
            Ini Rudi-nya yang sombong, karena kaya, atau Rina-nya yang memang berdandan ala jablay? (Wajar jika saya mempertanyakan hal ini, bukan?)
Jika memang Rudi seorang yang kaya, seharusnya dia tidak menganggap Rina seorang jablay, tetapi menganggap Rina sebagai seorang yang miskin, sehingga Rudi bisa memposisikan Rina sebagai orang yang patut diberikan santunan, dan Rina pun senang karena ada yang memberikan santunan. (simbiosit mututerjamin)
Apa pun yang sebenarnya terjadi, saya hedak berkata bahwa kata 'mentang-mentang' adalah salah satu kata yang bisa membuat kesan sebuah nasihat menjadi nanggung.
Apa maksudnya?
Maksud saya adalah, jika memang ingin menasihati bahwa sombong itu tidak baik, maka kata 'mentang-mentang' bisa menjadi pembenaran sebuah kesombongan. Padahal, sekaya apapun seseorang, sekalipun lebih kaya dari Sultan Brunei, Ratu Inggris, Bos Micosoft, atau Bandar Bekicot, dia tetap tidak boleh sombong. Karena sombong hanyalah haknya Allah, Tuhan semesta alam.
Dalam konteks lagu di atas, mau kaya, mau miskin, jika memang anggapan jablay adalah anggapan yang tidak baik, maka siapapun tidak boleh menganggap demikian, jika yang dianggap memang tidak menunjukan kemiripan dengan jablay. Tapi kalau mirip, yah, berusaha untuk tidak miriplah (bagi yang dianggap itu), jika memang tidak ingin dianggap jablay.
Dasar koboy kucaiNgajak check-in dan santai
            Penggalan lirik ini memberikan informasi kepada kita tentang  fashion style-nya Rudi. Dia tentulah bercelana jeans ketat, bersepatu jenggel lancip, dengan topi bundar di kepalanya. Sebatang tusuk gigi terselip diatara kedua bibirnya yang melakukan gerakan mengunyah. Tak lupa sambil memegang tali laso yang membuat Rudi tetap bisa merasakan keberadaan kudanya. (ke diskotik, kok, bawa kuda?)
            Informasi lain yang bisa kita dapatkan adalah, ternyata Rina cukup jeli untuk menebak bahwa Rudi adalah seorang penggemar film India. Karena 'kucai' berarti singkatan dari kuch-kuch-hota-hai. (maksa!)
            Ngajak check-in dan santai
Sebagaimana keheranan saya terhadap kekesalan Rina pada penggalan lirik sebelumnya, kali ini pun saya heran kenapa Rina tidak mau diajak santai? Padahal bukan diajak rusuh, atau sibuk. Kecuali diajak rusuh atau sibuk itu baru wajar ditolak.... Menjadi wajar kalau ternyata Rudi ngajak check-in ke penjara Cipinang. Siapa juga yang mau?
Sorry sorry sorry jackJangan remehkan akuSorry sorry sorry bangKu bukan cewek murahan
            Ungkapan kekesalan Rina sangatlah aneh dan patut disayangkan. Karena setelah panjang lebar curhat kekesalan yang menyalahkan, ternyata di bagian akhir, dirinya mengaku salah. Ini terbukti dengan permintaan maafnya terhadap Rudi, yang dia sebut dengan panggilan Jack dan Bang. Mungkin nama lengkap Rudi adalah:
Bambang Rudi Permen Kojack.
            Dan lebih dari itu, ternyata semua ini tentang sebuah harga. Harga yang tidak disepakati oleh kedua-belah pihak. Entah transaksi apa yang mereka usahakan dalam cerita ini. (berkedip sebelah mata) Mungkin jual-beli muka bekas. Atau transaksi jasa hiburan singa lumping. Atau mungkin juga jual-beli anak king-kong.
Kesimpulan:
Berkenalan ditempat yang buruk, memperbesar potensi keburukan yang melekat pada diri orang yang kita kenal di tempat tersebut. (berhubung saya membayangkan tempat terjadinya cerita di atas adalah di diskotik, dan saya punya penilaian tersendiri terhadap tempat bernama diskotik.)
Jangan berdandan ala jablay kalau tidak mau disangka jablay. Dan jangan berdandan ala ayam kalau tidak mau disangka ayam. Cobalah kostum sapi atau kostum Speeder Man, biar berkesan kreatif dan heroik, gitu. Haha...
Pasang bandrol harga tinggi kalau tidak mau disangka murahan, lengkap dengan barcode, biar tinggal di-scan, keluar harga. Atau cara simpel semisal menutup aurat. Karena bagi saya itu  adalah ‘bandrol harga tinggi’ yang bisa dijadikan pilihan.

TENTANG TAFSIR LAGU

            Lagu bermacam-macam jenisnya. Salah satunya adalah lagu yang memiliki lirik. Lirik adalah susunan bahasa yang diucapkan mengiringi, diiringi, atau seiring dengan musik. Dengan kata lain, lirik adalah ucapan yang melantun. Lagi-lagi dengan kata lain, lirik adalah ucapan bernotasi, yang kata lainnya adalah melodi. (ternyata susah, yah, berusaha ilmiah dalam hal musik. Hehe.)
            Dalam industri musik Indonesia, lirik merupakan unsur penting dalam mengkomersialisasi sebuah lagu. Hanya ada sedikit kemungkinan sebuah lagu tanpa lirik. Palingan juga lagu belum jadi, lagu instrumental,  lagu buat karaoke, atau belagu banget sih, lo. Hehe. Ngok.
            Oke.
           Setelah berusaha ilmiah-tanpa-referensi-ilmiah pada paragraph-paragraph di atas, kini tiba saatnya saya menjelaskan, bahwasanya, lagu bagi saya adalah bentuk karya yang bisa mempengaruhi pendengarnya, baik fisik maupun pikiran.
           Contoh pengaruh fisik, selain telinga jadi mendengar sesuatu (ya iya, lah) juga membuat anggota tubuh ingin bergerak. Baik tubuh keseluruhan, maupun sekedar tangan, atau jempol kaki. Dan hal ini biasa disebut bergoyang, berjoget, atau menari. Kalau dipikir-pikir, aneh juga, yah. yang mendengar kuping, yang goyang bagian lain. :) (tapi lebih aneh lagi kalau kuping goyang-goyang pas denger lagu)
            Selain itu, lagu juga bisa membawa pendengarnya kembali ke masa lampau. Tentu hanya sebuah kiasan. Karena lagu bukanlah mesin waktu. Lagi pula, mesin waktu tidaklah ilmiah. Setidaknya belum.....(ya udah, sih!) Biasanya sebuah lagu bisa membawa memori ke saat pendengarnya pertama kali, atau sering, mendengar lagu tersebut.
Betul, kan?
            Tapi bukan itu yang ingin saya bahas dalam tulisan ini. (lalu apa, Gung? Jangan bikin kaget gitu, dong, ah!)
Tulisan (keren) ini berisi tanggapan saya terhadap lagu-lagu yang pernah saya dengar, namun bukan dari segi musikalitas, melainkan dari segi lirik.
            Kenapa saya membahas lirik lagu?
            Kenapa saya tidak membahas adonan dan cara membuat kue nastar?
            Kenapa saya tidak membahas sejarah terbentuknya negara Srilangka?  
            Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?
            Karena bagi saya lirik lagu merupakan unsur dalam musik yang paling menghibur ketimbang unsur lain, yaitu musik yang mengiringinya. Yah, setidaknya dalam lagu yang liriknya bisa saya mengerti. Karena kalau liriknya menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti, biasanya musiknyalah yang paling saya nikmati. Atau kalau cuma hafal sebagian liriknya saja, setidaknya bagian lirik itu saja yang bisa saya nikmati, sisanya musiknya. Semisal lagu Bon Jovi, It's My live. Paling cuma refff-nya saja lirik bisa dinikmati:
"IT'S MY LIVE (dengan tegas)...... en dedesai asisiuw hay wey (dengan samar-samar)...... ain neuneu didit ma wey......(semakin samar)..........ain neuneu lif waya serpaif......(lebih samar lagi)....... IT"S MY LIVE!!!!! (kembali tegas)......" Yah, mirip-mirip Mr. Bean waktu nyanyi lagu Haleluya gitu, deh.
Maaf sebelumnya. Suara saya memang tidak terlalu bagus, dibanding Pete Sampras. (Pete Sampras emang penyanyi? Bukannya pemain debus?)
            Dan bagi saya lirik-lirik lagu banyak yang bisa dijadikan pembahasan. Dan tulisan ini adala kumpulan pembahsaan seputar lirik lagu tersebut. Cocok bagi kalian yang hobi musik maupun hobi menggali kubur, eh, membaca.:)
Jadi, selamat menikmati analisa saya terhadap penyakit Anda. (???)
Maksudnya, selamat menikmati tafsir lirik lagu saya (kalau memang kepengen). Silakan buka postingan selanjutnya.
Agung Satriawan.