Dasar kau keong racun Baru kenal eh ngajak tidur Ngomong nggak sopan santun Kau anggap aku ayam kampung Kau rayu diriku Kau goda diriku Kau colek diriku Eh ku takut sekali tanpa basa basi kau ngajak happy happy Eh kau tak tahu malu Tanpa basa basi kau ngajak happy happy Mulut kumat kemot Matanya melotot Lihat body semok Pikiranmu jorok Mentang-mentang kau kaya Aku dianggap jablay Dasar koboy kucai Ngajak check-in dan santai Sorry sorry sorry jack Jangan remehkan aku Sorry sorry sorry bang Ku bukan cewek murahan
Lagu yang satu ini sangatlah terkenal. Kalau tidak terkenal, tentu saya tidak akan membahasnya.
Hehe.
Nah, apa yang saya anggap perlu ditanggapi dalam lagu yang dinyanyikan oleh.... (sebentar, saya googling dulu).......
Lissa.
Ya, Lissa, tanpa nama belakang. Dan dipura-pura-nyanyikan oleh Rama dan Sinta, eh, Jojo dan Sinta.
Dari judulnya, Keong Racun, sekilas lagu ini berkisah tentang seorang petualang yang terkena gigitan seekor keong. Tak lama kemudian sang petualang pun merasakan keanehan dalam tubuhnya, dan kemudian menjadi Manusia Keong, yang dalam Bahasa Inggris adalah Snail-Man (google terjemahan). Lumayan oke sebagai nama super hero.
Tapi ternyata, lagu ini bukan bercerita tentang proses yang tadi saya sebutkan, sebagaimana terjadi pada Peter Parker sebelum menjadi Spiderman. Lagu ini bercerita tentang ungkapan kekesalan sorang wanita dari godaan seorang pria..... Sepertinya begitu.
Mari kita ulas jeritan hati si penyanyi....
Dasar kau keong racun, baru kenal eh ngajak tidur.
Keong racun yang dimaksud oleh Sang Wanita tentu saja Si Pria. Dan penggalan lirik di atas menunjukan betapa kesal dan tersinggungnya Sang Wania karena Si Pria langsung: Ngantuk!
Bukankah ini aneh? Mari kita sama-sama visualisasikan dialog di bawah ini:
“Hai cewek! Kenalan boleh, dong!”
“Boleh.”
“Gue Rudi.”
“Rina.”
“Tidur, yuk!”
Busyet!
Bagaimana Rina tidak terpukul dengan apa yang dikatakan oeh Rudi! Baru saja kenalan, Rudi sudah:
Mengantuk.
Padahal seharusnya Rudi menyempatkan diri untuk kerja bakti dulu, mentraktir Rina, sekadar air mineral dan gado-gado dulu, barulah boleh curhat kalau dirinya mengantuk, dan lalu mengajak tidur. Itupun di kamar masing-masing.
Dari penggalan lirik di atas, kita bisa mengambil hikmah. Bagi Anda para pria:
Jangan berkenalan di saat Anda habis begadang nonton bola, selepas ronda, atau baru pulang kerja sift-3.
Bagi para wanita:
Bila ada yang mau kenalan, sebaiknya tanya dulu dengan lengkap, apakah orang yang akan berkenalan dengan Anda dalam keadaan segar bugar atau habis begadang tujuh hari-tujuh malam.
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kesopanan memang sangat dibutuhkan dalam berinteraksi. Namun ternyata, mata yang awas tak kalah penting dalam proses berkenalan. Entah karena sangat mengantuk, sampai-sampai langsung mengajak Rina untuk tidur, atau memang penglihatannya yang sudah sangat rabun, Rudi menyangka sosok yang ada dihadapnnya adalah:
Seekor ayam!
Maka wajar jika Rina sampai berkata, “Ngomong nggak sopan santun.”
Kemungkinan lain... Rina tentulah sangat tersinggung karena Rudi menyangka dirinya seekor ayam kampung. Padahal dirinya sudah berdandan sedemikian rupa agar terlihat mirip dengan seekor ayam broiler.
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
Entah rayuan, godaan, dan colekan Rudi ini masih dalam rangka menyangka Rina sebagai seekor ayam atau bukan, yang jelas tidak ada seekor ayam pun yang rela dirayu, digoda, dan dicolek oleh manusia yang masih asing baginya.
Apalagi manusia!
Tentulah lebih tak ingin diperlakukan seperti itu. Lagi pula, siapa juga manusia yang ingin disamakan dengan seonggok sambel terasi (sehingga bisa dicolek-colek... Ih, sori la, yaw!).
Eh ku takut sekali
tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Eh kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Sebenarnya saya hendak mempertanyakan kekesalan Rina dalam penggalan lirik ini. Terlepas dari ketidak-sukaan Rina terhadap Rudi, ajakan Rudi untuk happy-happy seharusnya menjadi hal yang tak perlu dipersoalkan.
Kenapa?
Karena happy-happy berarti senang-senang.
Kalau ada orang yang baru Anda kenal lalu mengajak senang-senang, bukankah hal itu menguntungkan?
Kecuali kalau orang yang baru Anda kenal ini serta-merta mengajak Anda untuk bersusah-payah atau rupat-repot. Ini baru kurang ajar! Siapa elo?! Saya sendiri akan merasa keberatan jika ada orang yang baru kenal sudah mengajak saya untuk repot.
“Hai, cowok! Kenalan, dong.”
“Boleh.” (dengan ogah-ogahan)
“Gue Rina.”
“Gue Agung.” (masih dengan ogah-ogahan)
“Eh, Gung, bantuin gue ngangkatin barang, yuk! Gue dan keluarga gue mau pindahan, nih.”
“Hah?!........... Lo angkat aja sendiri, bareng keluarga lo yang metal-metal itu! Kalo perlu, minta bantuan sono sama gerombolan atlit angkat besi!” (sambil berpaling membelakangi dan melangkah dengan gagah)
Dalam kasus Rina, seharusnya dia bersyukur karena ada orang yang baru kenal mau ngajak happy-happy. Coba kalau baru kenal sudah mengajak Happy Salma. Lengkap dengan Happy Call-nya, bisa repotkan? Bisa-bisa disuruh masak seharian, loh. Terus disuruh nyobain masakah yang masih panas, sampai bikin mulut monyong-monyong.
Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Entah, apa ada hubungan lagu ini dengan sahabatnya Kabayan (Joni Kemot)? Yang pasti, jika kumat kemot berarti komat-kamit, penggalan lirik ini bisa dijadikan indikasi latar-belakang pekerjaan Rudi: tukang obat, presenter, atau, tentu saja: Dukun.
Adapun melotot, adalah sebuah cara melihat yang menakutkan, atau setidaknya tidak menyenangkan bagi yang melihat tototan matanya itu (apa iya kata dasar melotot adalah totot?). Melotot biasanya identik dengan rasa marah dan kesal. Bagaimana mungkin Rina tidak kesal jika orang yang baru saja dikenalnya sudah memberikan tatapan melotot?
Lihat body semok
Pikiranmu jorok
Semok bisa diartikan sebagai montok, bahenol, atau secara umum bentuk yang bagus. Tapi anehnya kenapa Rudi malah memikirkan hal jorok, semisal upil yang berada di ujung jari lalu ditelan oleh pemiliknya? Atau membayangkan anak kecil yang berenang di comberan yang hitam pekat dengan gelembung-gelembung kental dan bau pula. Wajar jika Rina memprotes apa yang dipikirkan oleh Rudi, selepas melihat kesemokannya.
Atau jangan-jangan, Rina hanya ke-PD-an saja, merasa body-nya semok. Padahal dari kaca-mata orang selain dirinya, body Rina sangatlah tidak-bagus. Penuh baret, goresan, dan penyok, (ini body mobil, yah?), atau kotor penuh, maf, eek kambing atau eek king-kong. Maka wajar jika Rudi berpikiran (Rina) jorok.
Mentang-mentang kau kaya
Aku dianggap jablay
Ini Rudi-nya yang sombong, karena kaya, atau Rina-nya yang memang berdandan ala jablay? (Wajar jika saya mempertanyakan hal ini, bukan?)
Jika memang Rudi seorang yang kaya, seharusnya dia tidak menganggap Rina seorang jablay, tetapi menganggap Rina sebagai seorang yang miskin, sehingga Rudi bisa memposisikan Rina sebagai orang yang patut diberikan santunan, dan Rina pun senang karena ada yang memberikan santunan. (simbiosit mututerjamin)
Apa pun yang sebenarnya terjadi, saya hedak berkata bahwa kata 'mentang-mentang' adalah salah satu kata yang bisa membuat kesan sebuah nasihat menjadi nanggung.
Apa maksudnya?
Maksud saya adalah, jika memang ingin menasihati bahwa sombong itu tidak baik, maka kata 'mentang-mentang' bisa menjadi pembenaran sebuah kesombongan. Padahal, sekaya apapun seseorang, sekalipun lebih kaya dari Sultan Brunei, Ratu Inggris, Bos Micosoft, atau Bandar Bekicot, dia tetap tidak boleh sombong. Karena sombong hanyalah haknya Allah, Tuhan semesta alam.
Dalam konteks lagu di atas, mau kaya, mau miskin, jika memang anggapan jablay adalah anggapan yang tidak baik, maka siapapun tidak boleh menganggap demikian, jika yang dianggap memang tidak menunjukan kemiripan dengan jablay. Tapi kalau mirip, yah, berusaha untuk tidak miriplah (bagi yang dianggap itu), jika memang tidak ingin dianggap jablay.
Dasar koboy kucai
Ngajak check-in dan santai
Penggalan lirik ini memberikan informasi kepada kita tentang fashion style-nya Rudi. Dia tentulah bercelana jeans ketat, bersepatu jenggel lancip, dengan topi bundar di kepalanya. Sebatang tusuk gigi terselip diatara kedua bibirnya yang melakukan gerakan mengunyah. Tak lupa sambil memegang tali laso yang membuat Rudi tetap bisa merasakan keberadaan kudanya. (ke diskotik, kok, bawa kuda?)
Informasi lain yang bisa kita dapatkan adalah, ternyata Rina cukup jeli untuk menebak bahwa Rudi adalah seorang penggemar film India. Karena 'kucai' berarti singkatan dari kuch-kuch-hota-hai. (maksa!)
Ngajak check-in dan santai
Sebagaimana keheranan saya terhadap kekesalan Rina pada penggalan lirik sebelumnya, kali ini pun saya heran kenapa Rina tidak mau diajak santai? Padahal bukan diajak rusuh, atau sibuk. Kecuali diajak rusuh atau sibuk itu baru wajar ditolak.... Menjadi wajar kalau ternyata Rudi ngajak check-in ke penjara Cipinang. Siapa juga yang mau?
Sorry sorry sorry jack
Jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry bang
Ku bukan cewek murahan
Ungkapan kekesalan Rina sangatlah aneh dan patut disayangkan. Karena setelah panjang lebar curhat kekesalan yang menyalahkan, ternyata di bagian akhir, dirinya mengaku salah. Ini terbukti dengan permintaan maafnya terhadap Rudi, yang dia sebut dengan panggilan Jack dan Bang. Mungkin nama lengkap Rudi adalah:
Bambang Rudi Permen Kojack.
Dan lebih dari itu, ternyata semua ini tentang sebuah harga. Harga yang tidak disepakati oleh kedua-belah pihak. Entah transaksi apa yang mereka usahakan dalam cerita ini. (berkedip sebelah mata) Mungkin jual-beli muka bekas. Atau transaksi jasa hiburan singa lumping. Atau mungkin juga jual-beli anak king-kong.
Kesimpulan:
Berkenalan ditempat yang buruk, memperbesar potensi keburukan yang melekat pada diri orang yang kita kenal di tempat tersebut. (berhubung saya membayangkan tempat terjadinya cerita di atas adalah di diskotik, dan saya punya penilaian tersendiri terhadap tempat bernama diskotik.)
Jangan berdandan ala jablay kalau tidak mau disangka jablay. Dan jangan berdandan ala ayam kalau tidak mau disangka ayam. Cobalah kostum sapi atau kostum Speeder Man, biar berkesan kreatif dan heroik, gitu. Haha...
Pasang bandrol harga tinggi kalau tidak mau disangka murahan, lengkap dengan barcode, biar tinggal di-scan, keluar harga. Atau cara simpel semisal menutup aurat. Karena bagi saya itu adalah ‘bandrol harga tinggi’ yang bisa dijadikan pilihan.
wkwkwkwkw....
BalasHapusmantep.
BalasHapusTRS BRKRY SNG PNLS